Irak; Negeri Arab Atau Persia? - www.alodunia.com

728x90 AdSpace

Trending

Irak; Negeri Arab Atau Persia?

alodunia.com – Seorang diplomat Iran berkata kepadaku, “Kalian orang Arab menanam, tapi kami orang Iran yang memanennya. Kalian yang menjatuhkan Saddam Husein, tapi kami orang Iran yang kemudian menguasai Irak dengan mudah.”

Sebelum kita menangisi Suriah, Libanon, dan Yaman, marilah kita melihat kembali bagaimana kita telah menjual Irak, dan menyerahkannya kepada Iran seperti sajian yang siap dimakan. Sedihnya, setelah Saddam jatuh, bagaimana Amerika bernegosiasi dengan orang-orang Iran Persia, bukan Arab.

Politik sama dengan alam, tidak boleh ada kekosongan. Orang Iran melihat Irak tanpa penguasa, maka wajar saja mereka segera merebutnya. Orang Arab yang sudah bersusah payah mengejar buruan, setelah tertangkap malah Iran yang menikmatinya. Dalam politik tidak boleh kesal kepada Iran, karena semua menjadi halal bagi orang yang cerdas. Orang bodoh harus minggir.

Orang yang saat ini menangisi Suriah, Libanon dan Yaman hendaknya melihat bagaimana orang Arab telah kehilangan salah satu kampungnya bernama Irak. Orang Irak saat ini juga tidak boleh dikecam karena membenci orang Arab. Bagaimana mungkin mereka akan mencintai dan membela orang telah menghancurkan mereka? Bahkan mereka pun mempunyai banyak alasan untuk menolak dikatakan sebagai orang Arab. Menyesal kenapa dilahirkan sebagai orang Arab.

Masih Arabkah Irak saat ini? Memang Irak adalah anggota Liga Arab. Tapi hal itu bukan jaminan Irak akan menjaga identitas negaranya sebagai bangsa Arab. Dari dulu, Irak adalah negeri Arab yang berada di pintu gerbang Persia. Jika penjaga pintu itu hilang, orang-orang Persia sangat mudah memasukinya. Orang-orang Persia bahkan akan menjadikan Irak sebagai jalan menularkan revolusi ‘Islam’ nya ke negeri-negeri Arab. Seandainya tidak ada perang Irak-Irak sepanjang 8 tahun, tentulah revolusi ‘Islam’ itu sudah menjadi ideologi negara-negara Arab sejak dari dulu.

Kenapa orang-orang Arab lupa bahwa mereka telah membuang milyaran Dollar untuk membantu Irak dalam menghadapi Iran? Kenapa mereka tidak memperhatikan bahwa orang-orang yang mendampingi Amerika dalam menjatuhkan Saddam adalah partai-partai yang dibina Iran dan tentu akan berkoalisi dengan Iran? Bagaimana mungkin orang-orang Arab tidak menyadari Iran yang bisa berkuasa di negara-negara yang jauh seperti Libanon, Suriah dan Yaman, akan lebih mudah lagi menguasai Irak yang mempunyai banyak kesamaan latar belakang keagamaan, kedekatan geografis, dan kesamaan sejarahnya?

Mungkinkah orang-orang Syiah di Irak bisa dipercayai nasionalisme Irak Arabnya hanya karena mereka memiliki KTP negara Arab? Bukankan seringkali loyalitas ideologi lebih kuat daripada loyalitas nasionalisme? Padahal para penguasa Arab memang terbiasa membeda-bedakan elemen rakyatnya berdasarkan ideologi dan kelompok mereka hanya demi kekuasaan? Maka sangat mudah bagi Iran untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari kelompok Syiah Irak. Mereka menyerahkan diri begitu saja kepada Iran. Jadi pantaskah bagi orang-orang Arab memaki pejabat Irak yang lebih condong kepada Iran? Masih pantaskah orang-orang Arab itu mengharapkan simpati rakyat Irak? Bukankah tentara Amerika masuk Irak lewat negara Arab? Bukankah orang-orang Arab yang mengundang para penghancur itu?

Rakyat Irak berhak untuk melepaskan status mereka sebagai bangsa Arab, dan mengganti dengan jubah Persia. Apalagi saat ini menjadi orang Persia lebih menguntungkan daripada menjadi orang Arab. Negara-negara Arab masih mengemis perlindungan dari negara-negara asing, membuang-buang aset negara demi hal sepele itu, pecah dan saling memusuhi sesama mereka, memberangus setiap ada gerakan perlawanan yang mengancam kekuasaan mereka. sedang Iran Persia sudah mulai berhasil menyatukan negara-negara berhaluan Syiah, dan militer mereka sudah mulai menyaingi militer negara-negara Barat.

Jadi sebelum orang-orang Arab menangisi kehilangan Suriah, Libanon, dan Yaman, tangisilah diri mereka sendiri yang telap melepaskan Irak dan memberikan begitu saja kepada Iran. Ketahuilah, orang-orang yang telah menjual Baghdad, tidak akan pernah bisa membeli Damaskus, Beirut, dan Shan’aa. Kenyataan ini sangat pahit, tapi bisa menjadi obat yang punya keinginan menyembuhkan dirinya. (klmty/alodunia.com)

Penulis: Faisal Al-Qassem
Irak; Negeri Arab Atau Persia? Reviewed by Alo Dunia on 3/18/2017 Rating: 5 alodunia.com – Seorang diplomat Iran berkata kepadaku, “Kalian orang Arab menanam, tapi kami orang Iran yang memanennya. Kalian yang men...